My Birth Story: Lahirnya Sidu ke Dunia

pexels-lisa-fotios-1902830

Prologue

Jadi, satu minggu yang lalu adalah hari yang bersejarah dalam hidup Aku. Yup, setelah kurang lebih 9 bulan Aku mengandung Alhamdulillah Aku melahirkan seorang bayi dan resmi sudah statusku pada hari itu menjadi seorang Ibu.

Rasanya menjadi seorang ibu bagi Aku sangat luar biasa. Aku dan Anakku sama-sama belajar untuk saling mengerti dan memahami, pun terutama untuk diriku sendiri, ada banyak hal baru yang Aku pelajari demi memberikan yang terbaik yang Aku bisa untuk Anakku kelak.

Sebelum Melahirkan

Ketika memasuki usia kehamilan 37 minggu, Aku melakukan kontrol ke dokter kandungan sekaligus scan USG serta pemeriksaan dalam. Alhamdulillah kondisi kehamilanku semua bagus, mulai dari berat badan bayi, lingkar kepala dan air ketuban.

Namun untuk plasenta, bayi yang Aku kandung mengalami lilitan tali plasenta sebanyak satu kali dan saat usia 37 minggu 4 hari, bayi yang Aku kandung belum masuk ke panggul.

Lalu dokter Obgyn pun menyarankan untuk lebih memperbanyak frekuensi olah raga, seperti jalan kaki atau senam hamil.

Setelah itu Aku pun memperbanyak frekuensi olah raga terutama jalan kaki. Biasanya Aku jalan kaki pada saat sore di hari Senin s/d Jumat dan pagi di hari Sabtu dan Minggu.

Oh iya, HPL Aku itu 20 Oktober 2020. Sambil olah raga, semakin bertambahnya juga usia kehamilanku. Hingga Aku pun sering bertanya-tanya, “Kapan ya Aku lahiran?” atau “Kondisi yang seperti apa yang nanti Aku hadapi ketika lahiran ya?”. Karena entah kenapa rasanya deg-degan aja gitu mendekati HPL tapi belum ada tanda-tanda melahirkan hehehe.

Hingga pada tanggal 16 Oktober 2020, saat siang hari Aku melihat adanya flek darah yang samar di celana rumah yang Aku kenakan. Entah bagaimana rasanya udah ada feeling aja gitu. 

Ditambah lagi, mungkin kalo wanita lain ketika akan haid perut itu rasanya mules banget ya, nah kalo Aku tuh beda. Ketika Aku haid, pinggul bagian belakang rasanya sakit banget. Ditambah lagi selama hari jumat di tanggal itu, hampir seharian pinggul Aku sakit. Lalu dalam hati Aku bertanya “Apa ini ya namanya kontraksi?”.

Puncaknya pada saat tengah malam di tanggal 17 Oktober 2020, rasa sakit di bagian pinggul semakin menjadi-jadi. Sering, teratur dengan durasi sepersekian detik.

Hingga akhirnya Aku pun menghubungi Bidan Helena dan Aku menceritakan semua yang Aku rasakan mulai dari hari Jumat hingga detik itu. Beliau pun menyarankan untuk datang ke tempatnya pada saat Sabtu pagi.

Memilih Tempat Melahirkan

Sebenarnya selama kontrol Aku selalu datang ke dokter Obgyn, pernah sih satu kali kontrol ke bidan itupun karena rasa penasaran saja. Tapi entah kenapa untuk melahirkan, Aku lebih memilih untuk melahirkan di tempat Praktik Bidan Mandiri saja.

Alasannya karena Aku lebih suka suasana yang privat dan tidak perlu bertemu banyak orang, terus entah kenapa Aku merasa yakin aja gitu bakalan lahiran normal karena berdasarkan selama kontrol kehamilan gak ada masalah yang gimana banget yang mengharuskan untuk operasi sesar.

Akhirnya Aku pun memilih untuk melahirkan di Bidan Praktik Mandiri Helena di daerah Cimanggu, Kota Bogor.

Hari H

Sabtu pagi tanggal 17 Oktober 2020, sekitar pukul 09.00 WIB Aku, suami dan ibu mertua sudah tiba di tempat Bidan Praktik Mandiri Helena. Setelah administrasi selesai, Aku pun di cek darah serta cek pembukaan. Saat itu Aku masih pembukaan dua dan Bidan Helena pun menyarankan untuk tetap tinggal disana.

Sambil menunggu pembukaan, Suami memilih kamar kelas 1 sebagai tempat beristirahat. Suasana kamarnya sangat homey, kasurnya luas dan kamarnya pun nyaman.

Selama beristirahat sekaligus menunggu pembukaan, yang Aku lakukan hanyalah berbaring. Untuk berdiri ataupun latihan-latihan fisik agar pembukaan lebih cepat pun rasanya udah gak sanggup. Karena semakin lama rasa sakit di pinggul semakin menjadi-jadi.

Waktu pun berlalu, pembukaan lima terjadi pada pukul 13:00 WIB dan pembukaan sepuluh terjadi pada pukul 15:30. Rasanya mengalami kontraksi hingga pembukaan akhir itu luar biasa.

Tangan suami keknya udah jadi korban, Aku remas-remas dan cubit sekuat tenaga untuk melampiaskan rasa sakit yang seriusan ga bisa digambarin dengan kata-kata. Tapi singkatnya, rasanya itu rudet puol dan tetep harus konsentrasi ngatur nafas serta harus bisa sekuat tenaga untuk nahan buat gak mengejan disaat rasa ingin mengejan hadir.

Setelah pembukaan sepuluh itu, Aku dibawa ke ruangan tindakan. Sakitnya kontraksi semakin menjadi, tanpa terasa air ketuban pun pecah. Akhirnya yang awalnya belum boleh mengejan, saat itulah Aku harus menyiapkan tenaga untuk mengejan sekuat tenaga.

Percobaan pertama, kedua gagal hingga pada saat yang ketiga kalinya, Aku mengejan sekuat tenaga dan akhirnya bayi pun keluar serta Aku pun merasa benar-benar lega.

Perasaan yang gak bisa digambarin dengan kata-kata yaitu pada saat momen IMD atau Inisiasi Menyusu Dini dimana si bayi ditaruh di atas payudara kita dan Ia mencari puting untuk menyusu. Gimana ya… Asli deh beneran priceless banget, semua rasa campur aduk.

Yang pasti saat bayi keluar dan ada di atas dada itulah momen dimana Aku ngerasa seperti terlahir kembali jadi manusia baru.

Eniewei, saat momen IMD dilakukan selama kurang lebih satu jam, disaat itu pula lah vagina Aku dijahit oleh bu Bidan. Ternyata robekannya ada banyak dan baru terlihat saat plasenta sudah dikeluarkan.

Jadi momen haru saat IMD bercampur jadi satu karena Aku harus menahan rasa sakitnya dijahit vagina yang entahlah ada berapa jahitan karena saking banyaknya. Hahaha~

Setelah Melahirkan

Aku melahirkan pada pukul 15:57 dan proses IMD, dijahit dan lainnya selesai sekitar Magrib. Aku pun beristirahat di kamar dan keesokan paginya sudah pulang kerumah.

Selama menginap disana, asisten dari Bidan Helena mengajarkanku bagaimana cara membedong bayi, memandikan bayi, mengganti popok dan membersihkan kotorannya. Benar-benar sangat membantu terlebih untukku yang memiliki background takut anak kecil dan emang gak ada bakat buat ngurusin anak kecil apalagi bayi hehehe~

Selain diajarin oleh asisten bidan Helena, Aku pun sering banget muter-muterin video di youtube untuk nyari tutorial gimana ngurus bayi. 

Setelah mempelajari semua itu, Aku pun berani untuk mempraktikannya ke anakku sendiri. Alhamdulillah, so far so good and I really enjoy it. Terlebih dengan adanya support dari Suami yang bener-bener ikut andil. Jadi alhamdulillahnya lagi Aku gak mengalami syndrom apapun pasca melahirkan.

Ngomong-ngomong tentang jahitan di area vagina, Aku baru bisa merasakan benar-benar pulih pada saat satu minggu kemudian setelah lahiran. 

Karena sebelumnya, kalo mau buang air kecil itu rasanya perih sekali. Duduk pun gak enak dan gak bisa jongkok juga. Akupun mulai bisa BAB itu setelah 6 hari lahiran, serius deh rasanya satisfying banget setelah mengeluarkan ampas-ampas makanan yang hinggap di usus besar setelah berhari-hari hahaaha~

Oh ya, Setelah melahirkan, setiap malamnya Aku selalu dipijat Oksitosin oleh suami. Banyak banget manfaat dari pijat Oksitosin untuk ibu menyusui. Manfaatnya yaitu:

  • Badan menjadi lebih rileks,
  • Menghilangkan stres, mengurangi rasa sakit,
  • Membuat tidur menjadi lebih berkualitas,
  • Membantu proses menyusui,
  • Memulihkan keseimbangan hormon pasca persalinan.

Biaya Melahirkan

Total biaya melahirkan di Bidan Praktik Mandiri Helena yaitu Rp 2.280.000 dengan rincian:

  • Kamar kelas 1 dengan fasilitas tempat tidur, AC, TV dan makan sebanyak 3 kali pada saat pagi, siang dan malam
  • Obat-obatan
  • Tindakan jahit
  • Goodybag melahirkan berupa pembalut, popok dan tissue basah

Cerita Lainnya

Setelah mempertimbangkan dengan matang, Aku memutuskan untuk tidak menshare foto ataupun video yang menampilkan anakku di sosial media. Alasannya karena Aku takut dengan adanya ‘ain dan Aku rasa belum adanya consent atau persetujuan antara Aku dan Anakku yang masih bayi. 

Jadi biarlah cukup Aku, keluarga dan sahabat terdekat saja yang tahu. Begitu hehehe~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s