Positif dan Lika-likunya

pexels-cottonbro-3661222

Prologue

Ada banyak momen-momen penting yang terjadi dalam hidup di tahun 2020. Mulai dari akhir bulan Januari dimana Aku melangsungkan pernikahan dan satu bulan kemudian alhamdulillah Allah memberikanku dan suami rejeki yang tidak akan pernah ternilai oleh apapun, yaitu seorang anak.

Sejujurnya setelah pada hari dimana Aku mengetahui bahwa diriku hamil, pertanyaan yang seketika muncul dalam benakku adalah “Aku bisa gak ya?”.

Karena menjadi seorang ibu sekaligus orang tua adalah sebuah tanggung jawab, pekerjaan dan tentunya ibadah yang panjang. Banyak hal yang harus dipelajari dan dipersiapkan.

Tetapi pada akhirnya Aku sadar, ketika Allah memberikanku sesuatu artinya Ia percaya bahwa Aku mampu. Jadi jika di suatu titik Aku merasa di bawah dan mempertanyakan lagi, Aku akan kembali mengingat bahwa Allah percaya dan Aku bisa.

Belajar

Kalo boleh sedikit bercerita, Aku adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Aku tumbuh dan besar di lingkungan yang sangat minim sekali berinteraksi dengan anak kecil. Sehingga saat Aku dewasa pun Aku tidak memiliki ketertarikan untuk dekat dengan anak kecil, bahkan menggendong anak pun Aku belum bisa.

Tapi semua itu berubah ketika Aku pun perlahan mulai membuka diri dan belajar. Mulai dari sering bermain dengan keponakanku dari dia bayi hingga sekarang berumur empat tahun dan sering mengikuti kegiatan volunteer dalam bidang mengajar anak-anak sekolah.

Ternyata dekat dengan anak kecil itu sangat menyenangkan. Mereka begitu bersemangat, penuh imajinasi, berani, besar rasa penasarannya dan ada perasaan-perasaan lain yang Aku rasakan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Namun tentunya Aku merasa masih clueless, Aku belum memiliki pengalaman mengurus seorang bayi, mengetahui apa yang bayi butuhkan dan hal-hal lainnya. Untungnya Aku langsung membeli tiga buah buku dari Dokter Meta, seorang dokter anak. Bayangkan, hampir tiap hari Aku membaca ketiga buku ini berulang-ulang secara bergantian. Wkwkwk~

Processed with VSCO with a4 preset

Percayalah, ketiga buku ini benar-benar informatif dan telah dikurasi dengan sangat baik oleh bu Dokter. Jadi jika teman-teman yang sedang hamil dan butuh buku bacaan, Aku sangat merekomendasikan ketiga buku ini.

Selain membaca ketiga buku itu, Aku pun mulai rajin membaca baik itu dari postingan-postingan Dokter Meta dan Dokter Miza, artikel seputar kehamilan, kajian parenting di youtube dan postingan di Akun parenting serta Kehamilan di Instagram.

Aku merasa sangat senang, excited sekaligus deg-degan. Senang dan excited karena ternyata dengan perjalanan Aku mengandung, Aku mempelajari banyak hal baru. Serta, merasa deg-degan karena takut apa yang Aku ketahui ini masihlah kurang.

Lika-liku

Tentu saja dalam perjalanan kehamilan yang Aku alami tidak serta merta berjalan mulus. Ada lika-liku yang terjadi namun Alhamdulillah semua bisa terlewati.

Morning Sickness

Saat trimester pertama Aku mengalami Morning Sickness yang cukup parah. Setiap pagi Aku muntah dan bener-bener gabisa nyium bau yang tajam dan bau daging. Nafsu makan pun berkurang. Namun setelah perlahan-lahan mempelajari ritmenya, ternyata pola makan yang tepat untukku adalah makan sering dengan jumlah porsi sedikit dan menghindari makanan yang memiliki bau pemicu rasa mual.

Kista

Saat usia kehamilan sekitar 2 bulan menuju 3 bulan, Aku melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Saat dilakukan USG, ternyata Aku memiliki Kista. Ukurannya sekitar 3 cm.

Beliau berkata bahwa kista yang Aku miliki ini harus terus dilakukan observasi. Jika terus menerus membesar, akan berdampak buruk bagi perkembangan bayi.

Alhamdulillahnya, beliau berusaha menenangkan bahwa jangan terlalu khawatir. Beliau menyarankan Aku untuk rajin mengkonsumsi madu dan kurma secara rutin.

Mengikuti apa yang dokter kandugan anjurkan, Aku pun rajin mengkonsumsi madu dan kurma setiap hari dan tidak pernah terlewat. Alhamdulillah ketika kehamilan di bulan ke enam saat dilakukan pemeriksaan USG, kistanya hilang. Benar-benar hilang, Masya Allah :’)

Ambien

Saat masuk trimester ketiga, Aku merasakan ada hal yang aneh. Gimana ya, rasanya duduk gak enak dan seperti ada sedikit yang keluar di area belakang bagian bawah. Padahal sebagai pecinta pedas, selama kehamilan ini Aku benar-benar tidak lagi mengkonsumsi makanan yang bercita rasa pedas. Istilahnya, tobat dulu.

Aku pun mengkonsultasikan ini ke dokter kandungan, dan beliau berkata bahwa ambien saat kehamilan memang wajar dan dapat hilang. Aku pun dianjurkan untuk jangan terlalu lama berdiri dan duduk.

Setelah Aku mengikuti anjuran dari dokter kandungan, perlahan-lahan yang awalnya muncul dan mengganggu, lambat laun menghilang. 

Epilogue

Sekian cerita seputar kehamilan yang Aku alami beserta lika-likunya. Tidak banyak tapi semoga bisa bermanfaat. Sampai bertemu lagi di bagian perjalanan kehamilan selanjutnya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s