Pelatihan Zero Waste Lifestyle RW 07 Sadang Serang bersama @ypbbbandung

Processed with VSCO with kk1 preset

Pada tanggal 28 Desember 2019, YPBB bekerja sama dengan warga RW 07 Sadang Serang mengadakan pelatihan Zero Waste Lifestyle yang bertempat di Klinik Asri Husada, Jl. Titiran No. 16 Bandung. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10:00 WIB hingga 12:00 WIB.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Acara dibuka dengan sambutan yang diberikan oleh ketua RW dan perwakilan dari warga RW 07 Sadang Serang. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Teh Dewi selaku Trainer Volunteer pada kegiatan ini.

Processed with VSCO with kk1 preset

Sebelum penyampaian materi, Teh Dewi membagikan kertas dan alat tulis kepada para peserta pelatihan untuk menuliskan bagaimana para peserta pelatihan yang notabenenya adalah warga pemukiman dalam mengolah sampah skala rumah tangga.

Setelah selesai, salah satu peserta pelatihan yaitu Ibu Mia membagikan pengalamannya. Cara Ibu Mia mengolah sampah pertama-tama dengan membedakan dua jenis sampah yaitu Organik dan Anorganik. Sampah Organik diolah kembali menjadi pupuk kompos dan sampah Anorganik diberikan kepada Tukang Sampah daerah setempat.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah Ibu Mia membagikan pengalamannya, kemudian Teh Dewi melanjutkan materi yang disampaikan. Berdasarkan penjelasannya, ternyata pola penanganan sampah di Bandung setiap harinya mencapai 1800 ton. Belum lagi dengan banyaknya TPS liar, TPS  dan TPA yang melebihi kapasitas dari yang seharusnya.

Bicara soal TPA yang melebihi kapasitas, kembali teringat mengenai kejadian longsornya sampah di TPA Leuwigajah, Cirendeu Kota Cimahi yang terjadi pada tahun 2005 yang memakan banyak korban dan tentunya merugikan banyak pihak.

Sebenarnya permasalahan TPS dan TPA yang melebihi kapasitas ini akan terus berulang apabila kebiasaan kita sebagai warga dalam mengolah sampah hanya bergantung pada angkut dan timbun saja. Karena volume sampah setiap harinya yang terus meningkat tidak sejalan dengan pengolahan yang benar dan ketersediaan lahan yang ada.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah penyampaian materi dari Teh Dewi, dilanjutkan dengan sesi istirahat selama 10 menit. Dalam penyajian snack dan minuman, tidak tersedia tissue dan piring kertas karena Warga RW 07 Sadang Serang dan YPBB berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir konsumsi barang sekali pakai dan tentunya mengurangi produksi sampah.

Setelah sesi istirahat selesai, dilanjutkan penyampaian materi dari Teh Anil selaku Supervisor trainer & pengelola program trainer YPBB. Sebelum Teh Anil menyampaikan materi, seperti biasa dibuka dengan sesi permainan. Permainan yang dilakukan adalah membagikan sampah-sampah kepada para peserta pelatihan. Lalu para peserta diminta untuk memilah dan menaruh sampah yang telah dibagikan oleh panitia kedalam box yang bertuliskan “Organik” dan “Anorganik”. Sesi permainan pun berjalan dengan lancar dan para peserta pelatihan mengikuti sesi ini dengan sangat antusias.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah itu, Teh Anil pun menjelaskan satu persatu sampah yang ada di dalam kategori “Organik” dan “Anorganik” kepada para peserta. Mudahnya, sampah organik adalah sampah yang berasal langsung dari tanaman dan hewan, contohnya daun, ranting pohon dsb. Sedangkan sampah Anorganik adalah sampah yang harus melalui proses tertentu dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai, contohnya seperti plastik kemasan, baterai dsb.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah belajar bagaimana cara membedakan sampah organik dan anorganik, kemudian Teh Anil membagikan macam-macam cara pengolahan sampah Organik yang bisa dilakukan di rumah dan kawasan tempat tinggal. Mulai dari Bata Terawang, lubang sampah, Biodigester, Keranjang Takakura serta pengolahan paling sederhana adalah sampah Organik berupa makanan sisa sebagai pakan ternak.

Dalam Pelatihan Zero Waste Lifestyle kali ini, Teh Anil menjelaskan lebih jauh tentang Keranjang Takakura. KeranjangTakakura adalah salah satu metode pengomposan skala rumah tangga maupun kawasan permukiman.

Keranjang Takakura merupakan hasil penelitian dari Mr. Koji Takakura yang berasal dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitiannya di Surabaya untuk mencari sistem mengolah sampah dan membiakkan bakteri tertentu yang ‘memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau, cairan serta dapat diaplikasikan di lahan yang terbatas.

Selain itu, kelebihan lain dari Takakura adalah sampah organik rumah tangga dapat dikelola dengan mudah dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.

Media yang diperlukan dalam pembuatan Takakura adalah Sekam, Dedak, Tanah subur serta Air gula. Setelah semua media yang diperlukan sudah siap, kemudian berikut ini merupakan langkah-langkah pembuatan Keranjang Takakura:

  1. Siapkan keranjang Takakura yang telah diisi bantalan sekam dan letakkan di bagian bawah.
  2. Campurkan tanah subur, dedak dan air gula lalu diamkan selama satu minggu.
  3. Masukkan sampah yang telah di cacah dan tutup dengan bantalan sekam di bagian atas.
  4. Jika ada sampah organik yang baru, lakukan proses yang sama seperti sebelumnya
  5. Diamkan selama tiga minggu dan pupuk kompos pun siap digunakan.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah Teh Anil menjelaskan setiap komponen dan bagaimana cara membuat Keranjang Takakura kepada para peserta pelatihan, kemudian salah satu peserta diminta untuk melakukan demo ulang dalam pembuatan pupuk kompos menggunakan Keranjang Takakura.

Processed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 presetProcessed with VSCO with kk1 preset

Setelah penyampaian materi baik itu dari Teh Dewi maupun Teh Anil, kemudian dilanjut sesi penutupan dan foto bersama. Karena waktu telah menunjukkan pukul 12:00 WIB maka acara Pelatihan Zero Waste Lifestyle pun selesai dan diharapkan para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan di dalam rumah serta membagikan ilmu yang didapatkan kepada tetangga dan kerabat. Agar kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah terus semakin meningkat.

Processed with VSCO with kk1 preset

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s