Eco-Friendly Lifestyle in Islam

cool-wallpaper-dawn-dusk-66997.jpg

Di hari Minggu pagi yang cerah, seperti biasa setelah sarapan Aku buka-buka Instagram Story, lalu Aku melihat info kajian yang direpost oleh akun @Zerowaste.id_official yang topiknya tentang pola hidup eco-friendly dalam agama Islam.

43913388_967681466758032_2686180712695927385_n

Processed with VSCO with a4 preset

Menurutku, topik yang terkait dengan isu lingkungan cukup jarang dibahas dalam kajian. Makanya, Aku sangat excited untuk menghadiri kajian tersebut.

Sesampainya Aku disana, kami saling berkenalan satu sama lain, itung-itung nambah temen-temen baru hehehe. Karena yang hadir tidak lebih dari 30 orang, jadi suasana kajiannya jauh lebih santai.

Untuk pembahasannya sendiri, Ka Faiza selaku pemateri lebih mengarahkan untuk merefleksikan diri berdasarkan poin-poin utama terkait eco-friendly lifestyle. Nah, untuk temen-temen yang mungkin juga penasaran dengan pembahasan dalam kajiannya, berikut ini rangkuman berdasarkan inti pembahasan kajian pemateri tadi dan tentunya Aku sisipkan pendapat pribadiku. Here we go!


IMG_5423.PNG

Sebenernya, kalo diperhatiin lebih dalam lagi, Islam itu menganjurkan kita untuk peduli dengan lingkungan lho. Meskipun tidak secara eksplisit tertulis dalam Al-Quran, namun ada banyak sekali pelajaran moral yang bisa kita terapkan. Untuk paragraf ini lebih lanjutnya akan dibahas dalam point-point berikutnya.

Gak cuma itu, amalan-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah pun juga mengajarkan untuk peduli dengan lingkungan. Salah satunya akhlak yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika berperang, akhlak-akhlaknya yaitu:

  1. Tidak boleh membunuh perempuan, anak-anak dan orang tua
  2. Tidak boleh membunuh rahib
  3. Jangan lari dari medan perang
  4. Tidak boleh merusak bumi
  5. Berinfak kepada tawanan
  6. Tidak boleh memutilasi mayat

Nah, seperti yang terdapat dalam akhlak yang ke 4 yaitu tidak boleh merusak bumi dan dijelaskan menurut Riwayat al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra 17904, Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq 2/75, dan ath-Thahawi dalam Syarah Musykilul Atsar 3/144 yaitu:

“Jangan sekali-kali menebang pohon kurma, jangan pula membakarnya, jangan membunuh hewan-hewan ternak, jangan tebang pohon yang berbuah, janganlah kalian merobohkan bangunan,…”

Sebegitu pentingnya menjaga lingkungan dalam Islam, bahkan ketika dalam perang. Subhanallah.


IMG_5414.PNG

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al – Qasas : 77)

Dalam Al Quran surat Al – Qasas ayat 77, Allah memperintahkan untuk berbuat baik kepada Allah dan ciptaanNya dan janganlah merusak bumi. Contoh aksi nyatanya adalah melihat lebih dalam apa sih hal yang membuat bumi ini menjadi rusak dan sekiranya mampu untuk kita cegah? Ya, sampah.

Kalo dulu slogan yang ditanamkan sejak duduk di bangku sekolah dasar adalah buanglah sampah pada tempatnya. Namun agaknya hal itu tidak berlaku lagi di masa sekarang, karena volume sampah setiap tahunnya mengalami peningkatan. Untuk itu, kita perlu mengurangi konsumsi sampah, terutama sampah plastik yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun hingga benar-benar dapat terurai.

Cara menguranginya dengan tidak membeli minuman dalam kemasan plastik dan mulai membawa botol minum sendiri, membeli makanan menggunakan tempat makan sendiri, berbelanja menggunakan tote bag sendiri dsb.


IMG_5415

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS Al – An’am : 141)

Kalo jaman sekarang, lagi ngetrend banget nih gaya hidup less-waste, minimalist atau pola hidup yang tidak konsumtif. Padahal, kalo dilihat lebih jauh, dalam Al Quran Allah telah berfirman kepada manusia untuk jangan hidup secara berlebih-lebihan baik itu dalam produksi maupun konsumsi. Seperti yang terdapat pada QS Al – An’am ayat 141.

Hidup secara berlebih-lebihan itu yang seperti apa? Seperti saat kita tidak mampu menentukan hal apa yang benar-benar kita butuhkan dan hal apa yang sebenarnya hanya bagian-bagian dari nafsu sesaat.

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al – A’raf : 31)

Hidup secara berlebih-lebihan ini akan berujung mubazir. Berdasarkan kamus KBBI, mubazir adalah hal yang terbuang-buang karena suatu hal yang berlebihan.

Sama seperti fakta mengejutkan tentang salah satu berita di situs brilio.net tentang beberapa fakta sampah makanan di Indonesia. Sampah makanan di Indonesia mendapatkan urutan ke 2 terbanyak setelah India, jumlah kalkulasi sampah makanan selama 1 tahun dapat dikonsumsi hingga 28 juta orang dan sampah makanan yang dibuang setiap harinya ini bernilai sekitar 27 triliun.

Namun “lucunya” adalah setelah Indonesia mendapatkan peringkat ke 2 tentang sampah makanan, kita harus menghadapi fakta lain berdasarkan website www.worldlifeexpectancy.com bahwa negara kita berada di urutan ke 40 dalam kasus busung lapar di Dunia.


IMG_5416

Materialisme adalah sebuah pandangan atau paham hidup yang hanya mencari kesenangan, kekayaan dan hal-hal lainnya yang tampak dan dapat dilihat oleh panca indra. Seseorang yang memiliki paham hidup ini percaya bahwa hidup di dunia ini kekal dan tidak percaya pada hal-hal ghaib dan tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Kalo sekarang, sikap materialisme yang sangat terlihat adalah alih fungsi lahan hijau menjadi sektor komersil. Penebangan hutan secara ilegal dan masif tanpa melakukan adanya reboisasi, membuang limbah pabrik ke laut sehingga mencemari ekosistem, penambangan pasir pantai dll.

Padahal, kita harus belajar betapa berbahayanya jika menanamkan sikap materialisme di dalam diri seperti yang tertulis dalam sejarah Bani Israil yang telah gagal karena sikap materialisme yang mereka pahami.


IMG_5417

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. (QS Asy – Syura : 36)

Dari firman Allah ini mengajarkan bahwa apapun yang kita miliki dan alami, sebenarnya hanya memiliki nilai untuk dipergunakan dan dimanfaatkan, bukan untuk diumiliki. Namun, terkadang kita belum menyadarinya.

Hal ini mirip dengan tulisan yang pernah Aku buat satu tahun yang lalu, kalo mau baca klik disini


IMG_5418

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Al Imron : 190-191).

Ketika melihat alam semesta, mulai dari pergantian siang dan malam, hamparan laut yang luas, gunung-gunung yang dapat di daki, planet yang mengelilingi matahari sesuai dengan orbitnya. Bahwasanya apa-apa yang terjadi di semesta ini telah diatur sedemikian rupa dan saling melengkapi.

Maka dari itu, bagi orang-orang yang beriman akan memikirkan seluruh penciptaan dunia ini dan menjadikan keimanannya semakin bertambah dan kokoh. Seperti kisah nabi Ibrahim a.s yang akhirnya beriman kepada Allah setelah mengamati dan merenungi semesta ini.

 


IMG_5443.PNGBarangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS Al – Zalzalah : 7-8)

Dari berbagai refleksi yang telah dibahas, semoga dapat menjadikan pelajaran dalam diri sendiri dan merangkul teman-teman lainnya untuk sadar bahwa menjaga lingkungan melalui poin-poin moral yang telah dijelaskan sebelumnya sangatlah penting.

Karena dengan menjaga rejeki yang telah Allah berikan baik itu di laut, darat maupun udara adalah salah satu bentuk rasa syukur kita akan nikmatNya.


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s