Prologue: Life with Less Plastic

EE8D4B92-C935-4B45-A776-359D7616BBE1.JPG

Mengurangi konsumsi plastik atau bahasa kerennya adalah Life with Less Plastic adalah salah satu wishlist lama yang pengen banget Aku wujudkan. Lalu niatan itu semakin kuat karena accidentaly Aku ngeliat instagram storynya ka Atiit yang sudah menjalankan pola hidup seperti ini. Ga cuma ngeliat dari instagram storynya ka Atiit aja, Aku pun nonton beberapa video tedtalks yang temanya tentang less plastic life. Salah satu video yang memiliki pernyataan yang menurutku menohok adalah…

“As soon as i walked into a room, my eyes zero in any plastic item present. Whether that wrappers tasty snacks, a water bottle or a disposable fork in a plastic takeaway box. I make a mental calculation, multiplying a pieces by how many people in the room. I’m trying to ask to made based on their habits, just how much plastic has been consumed on previous day. I also imagine, where all of these plastic will be, in 5, 20, or even in 100 years time?”

Lalu setelah menonton video tedtalks itu, Aku pun berkaca pada diriku sendiri, dimasa hidupku yang sudah 22 tahun di dunia, sudah berapa banyak sampah yang Aku sumbangkan untuk bumi ini? Berapa banyak binatang yang menjadi korban dan seberapa parah dampak lingkungan akibat dari sampah-sampah yang sudah Aku “produksi”?

Tak hanya itu, Aku pun teringat dengan beberapa ayat dalam Al Quran dan hadist yang berkaitan dengan pengerusakan lingkungan. Seperti:

1234

Aku pun semakin sadar, bahwa Allah Azza Wa Jalla’ telah memberikan begitu kenikmatan pada kita, mulai dari apa yang terdapat di langit dan di bumi. Tanah yang dapat ditumbuhi tanaman, hujan yang turun dan mampu sebagai penyubur tanaman, laut yang terdapat ikan-ikan dan sebagainya. Aku merasa begitu buruk dan hina jika semua kenikmatan yang telah Allah berikan justru dirusak dan ada andil diriku dalam segala kerusakan itu.

Belum lagi berdasarkan beberapa fakta yang Aku dapatkan, bahwa sampah-sampah ini berakibat buruk terhadap ekosistem di laut serta banyak hewan yang menjadi korban.

577156ce2f466a66f8112d688f3c38fcHow-long-befoe-its-gone

9-reasons-to-refuse-single-use-plastic_square-881x881c8a893f7c2831dc8aa476d09e8c36146

6aaf9d48715b20dc188ce38cecf17897Untuk itu, Aku semakin memantapkan hati untuk mengubah pola hidupku semaksimal yang bisa Aku lakukan.

  • Pertama adalah mengurangi konsumsi plastik, karena plastik adalah sampah yang paling banyak dihasilkan setiap tahunnya dan paling lama terurainya. Aku pun semakin sering membawa botol minum dan food container kemanapun Aku pergi. Botol minum Aku bawa agar Aku tidak membeli minuman dalam kemasan, sedangkan untuk food container Aku bawa agar meminimalisir jajan atau makan menggunakan plastik sebagai pembungkusnya. Aku masih tetap suka jajan, tetapi jajanan yang Aku beli berganti ke jajanan yang dapat menggunakan food container sebagai pembungkusnya.
  • Kedua,  adalah dengan membawa tote bag kemanapun Aku pergi. Karena in case kalo Aku ingin membeli sesuatu di supermarket atau hal lainnya, Aku tidak perlu lagi menggunakan plastik untuk membungkus barang bawaan.
  • Ketiga, Aku berusaha untuk mendahulukan menggunakan produk body, skin dan haircare yang gak Cuma vegan dan cruelty free, tapi juga yang memiliki program mengembalikan botol kosong ke store, seperti yang sudah dilakukan Sensatia Botanicals, Innisfree & The Body Shop. Sedangkan untuk produk lain yang tidak memiliki program serupa, Aku siasati dengan cara mengumpulkan botol skincare, bodycare, haircare dan obat-obatan lainnya untuk dikirim ke bank sampah agar bisa di daur ulang.
  • Keempat, karena masih ada beberapa barang yang Aku gunakan dan memang hanya bisa didapatkan secara online, Aku pun menyiasatinya dengan membeli barang online maksimal 2x dalam satu bulan dan mengumpulkan plastiknya untuk dikirim ke bank sampah.
  • Keenam, daripada membeli makanan lewat gofood dan grabfood, Aku lebih prefer menggunakan jasa go-ride untuk diantarkan ke tempat makanannya atau Aku datang langsung ke tokonya dan beli sendiri.
  • Ketujuh, mengganti pembalut sekali-pakai-buang menjadi menstrual pad berbahan kain yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Untuk bagian ini nanti akan Aku bikin post tersendiri ya.
  • Kedelapan, Aku memang suka ngemil dan makan mie. Namun Aku sadar bahwa cemilan dan mie yang ada di supermarket menggunakan plastik sebagai pembungkusnya. Untuk itu, Aku lebih memilih datang ke makanan grosir dan membawa wadah sendiri jika Aku ingin membeli makanan untuk dicemil. Sedangkan mie, Aku lebih memilih untuk datang langsung ke kedai penjual mie ayam, mie bakso atau bakmi dibandingkan mengkonsumsi mie dalam kemasan.

Tentunya, Aku pun masih menggunakan produk berbahan plastik, seperti untuk kebutuhan sembako dirumah. Selain itu, ketika travelling ke Jogja dan Bali pada minggu kemarin, Aku masih merasa gagal dalam mengurangi konsumsi plastik, karena masih ada hal-hal yang tak terduga yang mengharuskanku untuk menggunakan produk dari bahan plastik. Ya, Aku masih belajar…

Namun at least, Aku mengurangi pemakaian plastik dari sisi yang bisa Aku lakukan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Dan kerasa banget sih, dalam seminggu, Aku bener-bener bisa memangkas jumlah penggunaan sampah terutama sampah plastik.

Pelajaran yang Aku dapat setelah melakukan habit mengurangi konsumsi plastik adalah:

  • Aku belajar, dengan menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk caraku untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
  • Aku belajar menekan ego sebagai manusia, bahwa ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa lagi Aku beli meskipun Aku ingin dan apa yang dilakukan manusia sangat memberikan efek yang besar untuk mahluk hidup dan ekosistem, entah itu pengaruh buruk ataupun jelek.
  • Aku belajar tentang bagaimana cara untuk berpikir panjang, penggunaan plastik memang akan memudahkan hidup kita hanya dalam satu hari atau mungkin beberapa jam, namun dampak yang diberikan untuk lingkungannya bisa ratusan tahun.

Aku selalu berharap, semoga Aku dapat istiqomah untuk mengurangi pemakaian plastik. Serta, makin banyak orang yang sadar dengan isu ini dan belajar untuk sama-sama mengurangi pemakaian plastik.

You can read my plastic-free journey on my instagram's highlight.png

Jika yang melakukan hanya satu orang, dampaknya tidak akan terlihat. Namun jika dilakukan secara bersama-sama, kita akan merasakan dampaknya. Sehingga, alam Indonesia yang indah, daratan dan lautan yang luar biasa, flora dan fauna yang kaya dan beragam bukan lagi hanya cerita belaka bagi anak cucu kita nanti.

ab9d1404515208ef9ca71cdbe92784f4

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s