1 + 1 = 100

cafe-coffee-drink-6067.jpg

Kalo bicara tentang rejeki dan bersyukur, Aku jadi teringat dengan kucing liar dekat rumah. Dia sendirian dan selalu diam atau sesekali berkeliling dekat lapangan tenis. Setiap hari, saat Aku akan pergi kerja, dia selalu ditempat yang sama. Terkadang, Aku berpikir, kucing kan memang tidak punya uang, tidak mungkin juga dia bekerja untuk mendapatkan uang, lalu bagaimana bisa Ia tetap hidup?

Berarti, bukan perihal uang yang mampu membuat ciptaan Allah itu bertahan hidup. Lalu, mengapa terkadang sebagian dari kita merasa berat untuk menyumbangkan uang yang kita milikki kepada mereka yang membutuhkan? Apakah memang benar, jika mau memberi itu harus pada saat kita memiliki banyak uang? Apakah iya, uang adalah segalanya?

Di cerita lain, suatu sore, di hari yang Aku lupa tepatnya hari apa, yang pasti saat trotoar jalan depan STKIP Siliwangi belum sebagus sekarang, sebelum kuliah seperti biasa Aku mampir ke mamang-mamang tukang dagang, sekedar mengisi perut lapar. Kala itu, waktu belum tepat menunjukkan pukul 5 sore –dimana kelas sudah dimulai. Setelah menimbang-nimbang diantara berbagai pilihan penjual makanan yang banyak sekali disana, akhirnya kuputuskan untuk membeli semangkuk baso ayam kuah. Kalo kalian mampir ke daerah UNJANI, jangan lupa mencicipi bakso ayam ini ya, apalagi pake sambelnya yang pedes, beuh mantep.

Namun, saat itu situasi tempat bakso ayam sedang penuh-penuhnya, mungkin karena kedatanganku yang tepat dengan bubaran anak STKIP, akhirnya mau tidak mau, Aku pun harus ikut mengantri. Sesaat kemudian, tibalah giliranku, mungkin karena sudah langganan, mamang penjual bakso ayam ini memberikan tetelan gratis kepadaku, sebagai ucapan terima kasih sudah menunggu antrian yang panjang katanya, Alhamdulillah.

Bakso ayamnya sangat segar, dengan semangat Aku makan potongan demi potongan bakso di mangkokku. Lalu, saat Aku dengan khusyuknya makan, tiba-tiba penjual nugget disebelah bakso ayam datang dan menyodorkan plastik bungkusan ke mamang penjual bakso ayam

“Yeuh A, bade nugget?” Ujar penjual Nugget kepada mamang bakso ayam

“Wah A, nuhun pisan nya. Bade kamana A? Uih?” Tanya mamang bakso ayam dengan wajah sumringah

“Muhun A, abi ti heula nya A” Pamit penjual nugget.

Ketika penjual nugget itu pergi berlalu, mamang bakso ayam pun bergumam “Duh si Aa eta bageur pisan, sebelum pulang teh meuni ngasih ini (Red: Nugget) wae”

Setelah Aku menyaksikan percakapan diantara dua penjual makanan tersebut, Aku tersadar akan sesuatu, ternyata memberi itu tidak perlu menunggu saat kamu kaya ataupun menunggu disaat yang tepat, jika saat itu kamu ingin memberi, yaudah, tinggal kasih aja.

Kalo dilihat lebih dalam, pada hakikatnya, setiap mahluk hidup yang lahir sudah diberikan rejekinya masing-masing. Banyak dari kita yang merasa uang adalah segalanya, pun merasa takut miskin jika menyumbangkan uang dan memilih untuk ditabung saja. Padahal, dengan memberi adalah salah satu langkah nyata kita sebagai manusia untuk bersyukur karena sudah diberi kepercayaan titipan rejeki dari Allah.

Memang sih, bersedekah itu tidak melulu soal uang. Memberikan ilmu kepada orang lain, berkata dengan baik, mengajak teman dan keluarga dalam kebaikan, menolong orang lain yang membutuhkan ataupun terdzalimi, menahan diri dari perbuatan buruk ataupun maksiat pun adalah bentuk lain dari bersedekah.

Dari setiap kajian yang Aku datangi, semua ustadz yang selaku pemateri sepakat bahwa tidak akan jatuh miskin apabila seorang manusia yang menyumbangkan hartanya di jalan Allah, justru kebaikan-kebaikan akan terus berdatangan dalam hidupnya. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan ketika rajin untuk bersedekah, antara lain:

  • Menolak bencana. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan: “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”
  • Menambahkan rejeki.Rasulullah SAW pernah bersabda “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi).
  • Mendekatkan pada terkabulnya hajat. “Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari kecepatan gerakan sedekahnya.” (Hadist Qudsi)
  • Menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani).
  • Memperpanjang usia dan meringankan sakaratul maut. Rasulullah SAW bersabda,“Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)
  • Memberi rasa bahagia. Sesungguhnya, orang yang memberi itu akan jauh lebih merasa bahagia dibanding orang yang menerima. Klise? Tidak. Karena melihat langsung wajah senang dari seseorang yang kita berikan, akan ada rasa bahagia dan tenang yang tidak mampu dijelaskan oleh kata-kata. Hal ini sudah dibuktikan dalam dunia medis loh, berdasarkan penelitian yang dilakukan Allan Luks yang melibatkan 3000 sukarelawan, dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain. Karena adanya peningkatan produksi hormon endorfin yang baik untuk kesehatan jiwa.

Memang, terkadang jangan terlalu menggunakan logika manusia dalam setiap aspek kehidupan, karena ada hal-hal yang tak kasat mata, yang bekerja diluar nalar manusia. Karena tidak selamanya 1 + 1 = 2. Jika dikaitkan dengan bersedekah, bisa saja 1 + 1 = 100, kenapa? Semua itu karena kuasa Allah yang telah memberikan kebaikan dan keberkahan dalam hidup setiap manusia yang bersedekah di jalan Allah.


“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan :”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan (nimat) kepadamu, tetapi jika  kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Surat Al Ibrahim : 7


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s