Menggunakan Produk Beauty dari Luar Negeri yang Belum ada Halal Certified? Siasati dengan Cara Ini

brown-plant-and-flowers-1924867.jpg

Skin care dan make up, dua hal yang gak akan lepas kaitannya dari kaum hawa. Belum lagi, dengan kemudahan berbelanja online membuat kita bebas membeli produk dari luar negeri, terutama dari Korea yang skincarenya beragam dan variatif banget. Sebenernya, ga Cuma produk skin care dan make up doang sih, produk untuk hair care, body care dan kebutuhan rumah tangga macem detergen dll pun makin variatif.

Ada beberapa orang yang lebih prefer menggunakan produk lokal, namun ada juga yang lebih tertarik dan stick into produk-produk luar negeri. Dari berbagai alasan, menurutku pribadi ada dua alasan mengapa produk dari luar negeri tetap digunakan

Alasannya adalah…

Pertama. Cruelty Free

Produk dari luar negeri, cukup jelas menyatakan produk mereka cruelty free dan hal ini sangat penting mengingat Aku pribadi hanya ingin menggunakan produk yang tidak dilakukan animal testing. Karena, animal testing itu benar-benar jahat, maka dari itu sebegitu concernnya Aku tentang cruelty free dan berusaha hanya menggunakan produk yang cruelty free saja.

Berbeda dengan beberapa brand di Indonesia. Sebut merk ga ya? Hmm ga deh. Jadi ada brand di Indonesia, ga cuma satu doang. Produk dari brand ini memiliki halal MUI, tetapi yang membuatku sedikit bingung adalah brand ini melakukan animal testing di setiap produknya. Di satu sisi produk ini halal tetapi di sisi lain produk ini melakukan tindakan yang jahat pada hewan.

Kedua. Ingredients

Ga dipungkiri, ada beberapa produk dari luar negeri yang ingredientsnya jauh lebih bagus daripada brand lokal. Sebut aja Pixi Glow Tonic dan The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%. So far, Aku belum pernah nemu ingredients yang ada pada kedua produk itu dan terdapat di salah satu produk dari brand lokal.

Titik Kritis

Tentunya dibalik kedua alasan yang disebutkan diatas, sebagai umat muslim kita sudah sepatutnya memilih produk yang halal. Karena apa-apa yang digunakan terutama yang memiliki kontak langsung dengan kulit, tentunya akan menyerap kedalam kulit dan terbawa oleh aliran darah sehingga kandungan tersebut telah menjadi bagian dalam diri kita.

Namun, nyatanya masih sedikit brand make up, skin, body dan hair care serta produk household dari luar negeri yang concern dengan halal certified. Padahal, sangat disayangkan sih sebenernya, mengingat pasar di Indonesia yang mayoritas beragama Islam dan lebih mengutamakan produk yang halal.

Apa saja yang termasuk kategori Halal?

Berdasarkan website Halalmui, menjelaskan salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa “(Sesuatu) yang halal telah jelas dan yang haram juga telah jelas, dan diantara keduanya ada perkara Syubhat (samar-samar). Barangsiapa menjaga diri dari perkara yang syubhat itu berarti ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barangsiapa terjatuh ke pada yang syubhat berarti ia telah terjatuh dalam yang haram”.  

Nah, sekedar mengingatkan lagi yang haram itu menurut Al Quran hanyalah bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah (Al Baqarah 173) dan khamr (Al Maidah 90).  Selain itu, beberapa hadits juga menyebutkan keharaman binatang buas (karnivora), binatang yang hidup di dua alam (amphibi), binatang yang menjijikkan, binatang yang disuruh untuk membunuhnya, dan binatang yang dilarang untuk membunuhnya.

Bagaimana cara menyiasatinya?

Pertama, kita satu paham dulu. Produk yang dibeli itu cruelty free, jika tidak sepakat ya anggap dulu aja sepakat. Buat yang bingung cruelty free itu apa, jadi cruelty free adalah produk yang akan kamu beli itu tidak di uji ke hewan. Nah, yang perlu diingat bahwa ga semua produk cruelty free ini vegan, karena ada beberapa produk yang masih mengandung hewan, beeswax.

Jika penasaran, Kamu bisa baca artikel sebelumnya yang pernah Aku tulis disini atau lihat video bagaimana binatang-binatang diperlakukan dengan kejam saat animal testing disini. Kenapa cruelty free ini penting? Karena jutaan hewan-hewan ga bersalah setiap tahunnya menjadi korban animal testing, padahal masih ada opsi lain agar produk tersebut tetap aman digunakan oleh manusia.

Kedua, produk tersebut harus vegan. Apa itu vegan? Vegan artinya tidak mengandung unsur hewani sebagaimana jika terdapat unsur hewani dapat menimbulkan keraguan sumber hewan yang digunakan, apakah hewan tersebut halal atau haram. Jika hewan tersebut halal, apakah proses penyembelihannya dengan atas nama Allah atau tidak. Maka, lebih aman jika produk yang digunakan harus vegan alias hanya berasal dari tumbuhan.

cats

Namun, meskipun vegan, kita pun harus tetap aware. Karena ada beberapa produk vegan yang mengandung ganja. Which is, kandungan ini masih sangat kontroversial di Indonesia. Untuk itu sebaiknya kita hindari kandungan dalam suatu produk yang nama lainnya CBD, atau Cannabidiol atau Cannabis.

Ketiga. Usahakan produk-produk yang akan kamu beli tidak mengandung alkohol dan fermentasi. Karena masih adanya perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum alkohol dan fermentasi dalam produk household, parfum, skincare dan makeup, jadi lebih baik hindari saja.

Keempat. Hubungi customer service dari brand yang akan kamu beli. Biasanya kontak emailnya ada di official websitenya. Tanyakan beberapa pertanyan yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah disebutkan diatas. Selain lebih cepat dibanding googling satu-satu ingredients listnya, customer service ini biasanya akan memberikan informasi tambahan terkait produk yang akan kamu beli.

Pertanyaan yang selalu Aku ajukan adalah

  1. Apakah produk ini cruelty free?
  2. Apakah produk ini vegan? Jika tidak, kandungan hewan apa yang digunakan?
  3. Apakah produk ini mengandung alkohol dan bahan fermentasi?
  4. Apakah produk ini aman untuk wanita hamil dan menyusui?

Nah untuk jawaban pertanyaan ke dua, apabila mengandung hewan, hewan yang hanya mampu Aku toleransi adalah beeswax. Karena berdasarkan pengetahuanku yang masih terbatas ini dan beberapa sumber yang pernah Aku baca, wax dari lebah bukan kandungan yang haram.

Akhir Kata…

Jika memang produk itu sudah ada sertifikasi halal dan tidak mendzalimi mahluk hidup apapun dalam prosesnya, go for it. Namun jika Kamu ingin menggunakan produk dari luar negeri yang sudah jelas cruelty free-nya,gunakanlah produk vegan karena sekarang pilihannya sudah beragam banget dan dari range harga yang berbeda-beda sesuai dengan budget kamu.

Namun jangan lupa juga tanyakan lagi ke customer service dari brand terkait agar kamu benar-benar yakin dan tau apa yang kamu gunakan itu sumber kandungannya dari mana sehingga tidak menimbulkan keraguan.

Berikut ini ada rujukan blog yang isinya sangat bagus terkait produk vegan dan cruelty free.

Sekian info dan tips yang bisa Aku share, jika ada tambahan, masukkan atau apapun itu, jangan sungkan untuk leave ur comment down below. Thank you

4 thoughts on “Menggunakan Produk Beauty dari Luar Negeri yang Belum ada Halal Certified? Siasati dengan Cara Ini

  1. Ka aku mau tanya, jadi menurut kakak kalo the ordinary itu halal dan cruelty free ga ka? Soalnya aku baru mau nyobain produk itu dan masih nyari2 kandungannya?

    Like

    • Halo Tesha Maya, terima kasih banyak sudah mampir.
      The Ordinary itu cruelty free, mereka tidak mengklaim jika produk-produknya halal. Tetapi mereka mengklaim jika The Ordinary itu vegan. Semoga bisa membantu yaa.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s