Tentang Animal Testing dan Cruelty Free

Apa yang terlintas di pikiran kalian ketika melihat hewan-hewan yang lucu ini?

cutest-bunny-rabbits-12
Photo Source: http://bit.ly/2v8DI6Q

2-bunny-picture
Photo Source: http://bit.ly/2vUUpjT

Lucu dan menggemaskan bukan?

Tapi bagaimana perasaan kalian setelah melihat gambar dibawah ini?

 

 

animal-testing-horrible-images
Picture Source: http://bit.ly/2tUCgoZ
AirFrance-14.jpg
Picture Source: http://bit.ly/2vbw77k
Rabbits in stocks, Bangkok University, Thailand 1989 buav copyright
Picture Source: http://bit.ly/2ub7h33

Mungkin, sebagian dari kalian bertanya-tanya kenapa hewan-hewan tersebut diperlakukan seperti itu.

Yup alasannya adalah kelinci, monyet dan hewan-hewan lucu itu sedang diuji untuk produk-produk kosmetik, hair care dan skin care yang kita gunakan.

Mengerikan bukan?

Mengapa produk-produk tersebut diuji ke hewan?

Well, sebenarnya ada beberapa faktor pendukung mengapa produk-produk yang kita gunakan di lakukan eksperimen atau uji coba ke hewan. Alasannya yaitu Untuk mengurangi efek keracunan yang bisa dirasakan oleh manusia. 

Dengan adanya animal testing itulah kita dapat melihat apakah ada efek-efek tertentu yang terlihat atau dirasakan oleh hewan tersebut. Animal testing ini didukung dengan adanya fakta bahwa gen manusia dan simpanse memiliki 99% kesamaan dan Penelitian mengungkapkan bahwa hanya 5% – 25% dari obat yang diujikan pada hewan, hasilnya cocok dengan manusia. 

Bagaimana contoh proses animal testing tersebut?

maxresdefault
Picture Source: http://bit.ly/2tVpHcZ

Misalnya hewan yang akan di uji coba adalah Monyet untuk mengetest mascara. Pertama, sample tersebut di aplikasikan ke mata Monyet. Kedua, para penguji tersebut melihat reaksi eksternal apa sajakah yang ditimbulkan. Ketiga, setelah Monyet tersebut mendapatkan reaksi eksternal, Monyet lalu bisa saja dibunuh dan bagian dalam tubuhnya di “obrak abrik” yang tujuannya untuk melihat efek internal yang terjadi.

Apa saja akibat dari animal testing?

Akibat dari animal testing yaitu banyak hewan yang mengalami iritasi, tumor, dan penyakit parah hingga kematian.

Bahkan menurut salah satu artikel disini, salah satu hasil statistik menunjukkan bahwa 50% dari hewan yang digunakan dalam pengujian kosmetik akan mati dalam waktu 2-3 minggu setelah percobaan.

Dan menurut salah satu artikel disini, Setiap tahun, jumlah anjing dan kucing yang mati akibat pengujian berkisar 10,1 hingga 16,7 juta ekor.

Kontroversi Animal Testing

Ada beberapa brand yang semula tidak melakukan Animal Testing, namun kini melakukannya semenjak mereka menginvasi bisnisnya ke China. Contohnya saja brand NARS. NARS menjadi brand yang mendapatkan kontroversi bahkan kecaman karena menjual produknya di China.

Lalu, pertanyaannya adalah kenapa banyak brand yang berbondong-bondong menjual produknya di China?

Menurut salah satu artikel disini, alasan brand tersebut menginvasi bisnisnya ke China, karena pada tahun 2015 saja penjualan kosmetik dan skincare di China bernilai lebih 26 Miliar dan penjualannya meningkat dengan cepat. Tentu saja hal ini sangat menggiurkan bagi perusahaan brand-brand tersebut.

Namun, konsekuensinya brand-brand tersebut harus mengikuti peraturan dari negara China, yaitu melakukan animal testing untuk produk make up, skin care, hair care dan body care. 

Sebuah titik balik

Terhitung 11 Maret 2013, Uni Eropa melarang adanya animal testing. Hal ini pun membuat produsen kecantikan semakin concern dengan produk mereka yang menggunakan ingredients cruelty free. (Atau lebih lengkapnya kalian bisa baca disini)

Lalu, apakah itu Cruelty free?

Cruelty free adalah produk yang tidak menggunakan bahan dan percobaan yang dilakukan pada hewan. Cruelty free konsepnya hampir sama dengan Vegan Cosmetic, yaitu tidak menggunakan bahan dan percobaan yang dilakukan ke hewan.

Jadilah Konsumen Pintar

Untuk itulah, demi menyelamatkan hewan-hewan tersebut, kita harus menjadi konsumen pintar. Sebelum membeli suatu produk, jangan cuma observe tentang review dari orang-orang atau ingredientsnya doang, kita pun harus tau apakah produk tersebut cruelty free atau tidak.

Caranya mudah kok, yaitu

Pertama, cukup melhat apakah ada logo seperti gambar dibawah ini atau tidak di produk yang akan kalian beli.

cruelty-free-bunny-logo-symbol

Contohnya pada salah satu produk yang Aku milikki, yaitu Pixi Glow Tonic

IMG_5426.JPG

Kedua, dengan mengecek brand tersebut di website features.peta.org. Caranya mudah sekali.

1.JPG
Ketik brand yang akan dibeli. Lalu klik search atau logo kaca pembesar
2.JPG
Hasil dari website tersebut menyatakan bahwa Brand Benton Cruelty Free

Ketiga, menanyakan langsung ke perusahaan. Kamu bisa mencari tahu alamat email di official website dari brand yang akan kamu beli. Lalu, tanyakan ke customer servicenya apakah produk tersebut cruelty free atau tidak.

Keempat, berhati-hati atau bahkan tidak menggunakan produk yang masih melakukan animal testing. Contohnya adalah beberapa brand di bawah ini atau untuk lebih lengkapnya, kamu bisa lihat disini

Beauty-Brands-Tested-on-Animals-Collage-1-602x602.jpg
Picture Source: http://bit.ly/2uOePuo

Kelima, bagi kamu yang mostly menggunakan korean brand, ada baiknya kamu mengetahui produk-produk dibawah ini.

a74611_c53b896e51344407aac6fa86c1f23c10mv2_d_1200_4029_s_2
Picture Source: http://bit.ly/2tPs8tp

Dari gambar diatas, terdapat 3 kriteria. Yaitu: 

  • Kriteria Pertama, brand tidak melakukan animal test dan tidak menjual produknya di Cina.
  • Kriteria Kedua, brand tidak melakukan animal test, tidak menjual produknya di Cina tetapi menggunakan ingredients yang berasal dari hewan.
  • Kriteria Ketiga, brand tidak melakukan animal test, tetapi menggunakan ingredients yang berasal dari hewan tetapi menujal produknya di Cina.

Sepanjang pengetahuanku, Benton termasuk kedalam kategori Cruelty free. Lalu, brand Innisfree sudah memiliki komitmen untuk menggunakan bahan-bahan natural sedangkan Laneige Aku tidak tahu apakah produk tersebut menggunakan ingredients dari hewan atau tidak, tetapi as far as i know sih engga. Kalo Klairs memang mengaku menggunakan produk dengan ingredients yang berasal dari hewan.

Memang sih Aku pun belum sempurna, Aku masih menggunakan Bourjois, Klairs, Garnier dan Dove dan jika produk-produk tersebut sudah habis, Aku tidak akan membelinya lagi. Selain itu, Aku pun sedang belajar perlahan-lahan untuk mengurangi konsumsi daging ayam dan sapi serta memperbanyak konsumsi sayur sayuran.

Oh iya, untuk kalian yang tertarik dengan topik cruelty free, kalian bisa gali info lebih lanjut disini, konten blognya sangat menarik dan informatif.

Last but not least,

Semoga dengan informasi diatas, menambah kesadaran kita akan menggunakan make up dan skincare yang cruelty free. Dan semoga kecantikan yang kita dapat dari menggunakan make up atau skin care, tidak lagi menjadi penderitaan bagi hewan-hewan lucu tersebut Amin.

cqgf5uiukaakbw5
Picture source: http://bit.ly/2uLNZox

One thought on “Tentang Animal Testing dan Cruelty Free

Leave a Reply to Animal Testing, Like It or Not ? – YONULIS Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s