Kuliah di Jurusan Tersulit

Kemarin siang, saat istirahat di kantor seperti biasanya Aku membaca berita atau artikel yang ada di Line Today. Namun, ada salah satu judul artikel yang menarik perhatianku judulnya “Jurusan-jurusan Sangar yang Membikin Mahasiswa Menangis”.

1

Namun, hal yang membuatku gemas sebenarnya selain artikelnya adalah ketika Aku membaca kolom komentarnya. Kenapa? Mari kita bahas satu-satu.

Pertama adalah artikelnya. Disini Aku sama sekali tidak mempermasalahkan jurusan apa saja yang disebutkan sulit dalam artikel tersebut. Yang Aku pertanyakan adalah apakah data yang diambil berdasarkan survey? Jika survey dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, siapa saja, berapa orang, berapa jurusan dan dari berapa kampus yang menjadi respondennya? Lalu, apakah data tersebut dianalisis menggunakan stastistical atau non stastistical? Mengambil data tidak semudah itu guys, kamu harus tau dan tentuin dulu variabel dan respondennya. Supaya apa? supaya data yang didapatkan tuh valid dan berdasarkan fakta sebenernya. Bukan dari persepsi.

“Ah iya, kuliah teknik kan banyak ngitung dan praktiknya. Belum lagi ospeknya keras. Udah pasti jurusan itu susah” 

“Kuliah kedokteran praktik dan hafalannya harus mantep. Pasti susah deh itu jurusannya”

“Kuliah di Arsitektur pasti cape, apalagi mata kuliah studio, ngegambar dan tugas lainnya. Belum lagi kalo designnya ditolak sama dosen. Pasti susah deh”

“Bagiku jurusan tersulit ya teknologi pangan. Dosennya killer, praktikum sampai tiap hari per minggu,ujiannya malam-malam , ilmunya juga berat-berat”

Yang lucunya adalah ketika Aku mengetikkan keyword di Google dengan “Jurusan Kuliah Tersulit”, muncullah berbagai macam artikel yang menampilkan keyword yang Aku cari. Lalu, setelah Aku membacanya satu persatu, yang membuatku gemas adalah tidak ada yang mencantumkan data valid atau dasar dari informasi yang diambil. Seperti di artikel 1, artikel 2, artikel 3 , artikel 4, artikel 5, artikel 6 dan artikel 7 . Meskipun ada satu web yang mengambil data dari wawancara, tetapi menurutku rasanya kurang karena responden dan data yang diambil tidak banyak, ini artikelnya.

Kedua adalah ketika Aku membaca kolom komentar seperti berikut ini

Yang membuatku terheran-heran, kenapa sih generasi muda senang memamerkan kebanggaan jika mereka kuliah di jurusan tersulit serta memamerkan “kesusahan” mereka di media sosial (atau mungkin khalayak).

Apakah jika kuliah di jurusan tersulit artinya menandakan kecerdasan atau pintarnya seseorang? Ataukah adanya sebuah kebanggaan dan prestige di dalamnya?

Kebayang gak sih kalo orang-orang yang “kuliah di jurusan tersulit” itu bersikeras kalo merekalah yang paling susah dan paling menderita selama kuliahnya lalu secara gak langsung kelakuan atau omongan mereka melukai perasaan teman-temannya yang kuliah di “jurusan tidak sulit”?. Bisa-bisa satu kampus tawuran tuh.

Bangga, cerdas atau pintarnya seseorang tidak diukur dari jurusan kuliah yang kalian pelajari guys. Kalo kalian kuliah di jurusan tersulit tapi kerjaannya cuma titip absen, setiap UTS, UAS dan PR cuma nyontek dan selama kuliahnya tidak digunakan untuk mengembangkan diri ya sama aja dengan boong. Apa yang bisa dibanggain? Apakah itu bisa disebut cerdas dan pintar? Apa orang tua kalian bakal seneng ketika tau kelakuan kalian selama kuliah cuma gitu doang? Aku yakin, engga akan.

Ingatlah, gak ada seorangpun yang bodoh. Yang ada hanyalah orang yang malas. Aku percaya, kemampuan setiap individu itu berbeda, tetapi itu ga bisa dijadiin alasan untuk ga berusaha. Jika kamu merasa kuliah di jurusan yang menurutmu sulit dan semua mata kuliahnya menurutmu juga sulit, coba tanya pada dirimu sendiri apakah kamu sudah berusaha maksimal? ataukah selama ini kamu hanya bermalas-malasan?. Seseorang yang mengatakan suatu hal itu sulit artinya orang tersebut tidak mengeluarkan semua kemampuan, tekad dan keyakinannya untuk bisa.

Lalu, kenapa sih orang-orang atau lebih spesifiknya adalah mahasiswa senang sekali memamerkan kesusahan mereka di media sosial? Ugh. Apakah ketika seorang mahasiswa menulis di media sosial soal keluhan-keluhan tentang kuliah lalu secara tiba-tiba kesusahannya pun akan secara magic hilang? Tidak. Ataukah jangan-jangan agar diberikan semangat dan dikasihani? Tidak guys. Orang lain tentunya akan sibuk mengurusi masalahnya sendiri dan juga sesulit apapun mata kuliah ataupun kuliahnya, in the end kamu harus menghadapinya. In short, menceritakan masalah atau memamerkan “kesusahan” di media sosial tidak akan menyelesaikan apapun dan kamu akan dikenal sebagai si tukang mengeluh.

Atau lebih realnya gini deh, misalnya kamu hobi nulis keluhan dan kesusahan kamu ketika kuliah di jurusan A di media sosial. Lalu, kamu ngelamar kerja dengan posisi sesuai jurusanmu. Otomatis perusahaan atau lebih tepatnya HRD akan mencari tahu latar belakang dirimu. Hingga, ketika HRD melihat postinganmu di media sosial yang isinya berupa keluhan dan kesusahanmu di media sosial, bisa tebak apa yang akan terjadi nanti? HRD pasti akan berpikir “Dia melamar di posisi X yang job desc-nya berkaitan dengan jurusannya. Namun mengapa Ia lebih sering menulis postingan keluhan dan kesusahan? Apakah benar Ia capable dan layak untuk posisi ini?”. Yup benar, kamu akan diragukan kemampuannya.

Selain HRD, ketika teman-temanmu membaca tulisan keluhan dan kesusahanmu dan beberapa tahun setelah kalian lulus lalu temanmu akan mengerjakan sebuah proyek dan Ia membutuhkan partner untuk join, pasti Kamu tidak akan masuk dalam listnya dia atau jika masuk pun akan menjadi opsi terakhir. Kenapa? Karena teman-temanmu melihat kaya gimana personal branding yang udah kamu buat. Salah satunya dengan menulis keluhan dan kesusahan di media sosial.

Jadi moral valuenya apa Mon? Ambillah data berdasarkan fakta bukan opini, ga ada hal yang sulit tapi kamu yang seringkali membuatnya terlihat sulit dan simpanlah keluhanmu dalam hati lalu buktikan kalo kamu bisa. Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s